Mentari pagi masih malu-malu menyapa, namun sebuah laporan sudah mendarat di hadapan Hugo. Di ruang kerjanya yang senyap, ia menatap tablet di tangannya. Matanya membaca laporan yang dikirimkan oleh anak buahnya, laporan yang seharusnya biasa saja, namun kini terasa begitu berat. "Lapor, Pak Hugo. Subjek, Saudari Cahyati, terpantau mendatangi Rumah Sakit Jiwa." Hugo mengernyitkan dahi. Tangannya berhenti mengetuk-ngetuk meja. Laporan itu berlanjut, detail demi detail, seolah setiap gerak-gerik Cahyati direkam dengan mata kamera. "Subjek terlihat memasuki lobi dan langsung meminta bertemu dengan psikiater senior, Dr. Wibowo. Pertemuan berlangsung selama tiga puluh menit di ruang konsultasi. Setelah itu, Subjek keluar dengan membawa resep, lalu menebus obat di apotek." Mata Hugo membelal

