“Kita perlu mencari tahu di mana Handika ditahan." Perkataan Rian berhasil mengalihkan perhatian Maya yang semula menatap ponsel yang telah gelap. "Ada seseorang dalam lingkaran Robert yang bisa kita dekati, seseorang yang bisa memberi informasi.” “Bagaimana kamu bisa mendapatkan akses ke mereka?” tanya Maya dengan dahi yang membentuk kerutan dalam. Rian tersenyum misterius dengan pandangan menerawang ke depan. “Aku punya cara sendiri. Akan aku coba hubungi dia. Semoga dia bisa membantu.” Maya hanya mengangguk, meski masih menyimpan sebuah keraguan. Dia berusaha mempercayai pria itu, sebab Rian yang lebih memahami tentang seluk-beluk dunia hitam Robert. Mereka berdua sepakat untuk bekerja sama dengan hati-hati. Malam itu juga, Rian segera menghubungi seorang informan yang selama ini

