Bab 21

1139 Kata

"Aku baru tahu tiga bulan yang lalu," ucapnya. "Terus?" "Tapi penyakit ini udah lumayan lama, sekitar enam bulan yang lalu aku udah mulai merasa sering sakit di bagian ini," katanya seraya menunjuk ke perut bagian sampingnya. "Mas ..." aku mendesah, merasa tidak mampu berkata-kata. Fakta baru yang kuterima terasa terlalu berat untuk ditampung oleh otakku. "Itu bukan penyakit yang bahaya kok, lagian aku masih bisa sembuh," ucapnya yang membuatku tidak habis pikir. Dia memang masih bisa sembuh, tapi itu hanya anggapannya saja kan? Dia tidak tahu rencana Tuhan selanjutnya. "Aku tahu kamu masih bisa sembuh, tapi kalau kamu suka mangkir dari pemeriksaan, gimana kamu sembuhnya, Mas?" Tanyaku dengan nada kesal. Dia terdiam seraya menundukkan kepalanya. Ya, aku tahu kalau dia selalu mangkir d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN