Bab 22

1127 Kata

Aku tahu, meski kami tidak bisa bersama lagi, tapi aku juga tidak boleh menjauhinya. Dia pernah menjadi bagian dari hidupku, sosok yang mengisi hatiku, dan juga sosok yang pernah melukai hatiku sedemikian dalamnya. Aku membencinya, tapi aku tidak bisa mengabaikannya. Berkali-kali aku sudah merutuki diriku sendiri mengapa aku sebodoh itu. Seharusnya aku menertawakan dirinya, menghinanya jika itulah azab yang ia terima atas perbuatannya dulu. Namun aku sadar, itu semua tidak akan berpengaruh, nasib buruk tetap menimpaku dan Arkan, kami tetap berpisah. Berdamai dengan masa lalu adalah pilihan yang terbaik, memang tidak bisa menyembuhkan luka hatiku dengan cepat, tapi setidaknya mencoba melakukan hal itu dapat membuat beban hatiku sedikit berkurang. Aku menghela napasku, melihat ke arah rua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN