Bab 23

1069 Kata

"Bun, Ayah itu cakit apa? Kok tidulnya di lumah cakit, nggak di lumah? Alkan tanen Ayah. Alkan tanen diajak main balen cama Ayah. Maca Ayah udah jayan ngajak Alkan main? Alkan kan cedih Bun, Ayah nggak biacanya gitu. Apa janan-janan Ayah udah nggak cayang cama Alkan?" Tanya Arkan saat kami baru sampai di depan pintu ruang perawatan Mas Damar. Aku belum sempat membuka kamar Mas Damar ketika pertanyaan itu tertangkap oleh indera pendengaranku. Meski sudah melakukan pengobatan, nyatanya keadaan mantan suamiku itu semakin parah setiap harinya. Sudah lima hari ini aku, Mama dan Papa bergantian menjaga Mas Damar. Arkan tidak selalu ikut, terkadang saat aku berjaga, Arkan akan ikut Mama. Atau sebaliknya. Sementara Papa, Papa hanya sesekali saja menunggui Mas Damar. Itu karena kesehatan beliau ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN