DAMAR'S SIDE Aku tahu, jika Tuhan tengah memberiku balasan atas perbuatan burukku dulu. Ginjalku bermasalah dan ternyata aku sudah cukup lama mengalaminya. Aku bersedih? Rasanya malu mengakui kalau aku memang bersedih atas hal ini. Aku tidak berhak menangisi apa yang semestinya aku dapat. Aku terlalu gila jika berharap Tuhan memberiku pengampunan atas dosa besar yang kulakukan dulu. Semula aku ingin menyembunyikan penyakitku dari Amel dan juga putraku, Arkan. Aku berusaha bertingkah seolah aku baik-baik saja ketika aku berdekatan dengan mereka. Di saat-saat tertentu, seperti ketika aku tengah lelah, aku harus berakting biasa-biasa saja, meski aku sendiri tahu bahwa wajahku tengah pucat saat itu. Pernah beberapa kali Amel bertanya mengenai kondisi tubuhku, seperti, "Kamu kenapa Mas? Kok
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


