Aku merasa jantungku berdegup kencang ketika melihat dokter yang tampak menyiapkan obat bius yang akan disuntikkan pada tubuhku. Ya, setelah aku berpikir semalam suntuk, aku pun memutuskan untuk melakukan pemeriksaan apakah aku bisa mendonorkan ginjalku. Dan dua hari berikutnya, hasil tes itu keluar. Aku dinyatakan layak menjadi pendonor untuk Mas Damar. Saat aku melakukan pemeriksaan, baik Mama dan Papa tidak ada yang tahu. Aku melakukannya dengan diam-diam. Karena aku sendiri tahu, ternyata mantan mertuaku itu tidak setuju jika aku mendonorkan ginjalku pada Mas Damar. Mereka tidak mau mengambil resiko yang lebih menakutkan lagi. Tapi keputusanku sudah bulat. Aku sudah memutuskan untuk mendonorkan salah satu ginjalku pada Mas Damar. Mungkin yang kulakukan ini seakan-akan, hanya akulah

