Aku tahu, ini bukanlah keputusan yang tepat. Dan ini juga sangat jauh dari tujuan awalku. Pertama aku memang ingin kembali bersama, meski nyatanya itu sangat sulit. Bahkan, keadaan sangat menentang keinginanku itu. Dari awal, yang benar-benar aku inginkan itu hanyalah mengembalikan kepercayaannya, membuatnya percaya kalau selama ini aku tidak berkhianat darinya. Aku rela bekerja di kantornya, menjadi pegawai kelas rendahan, yang biasanya dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Aku juga ingin mendapat pengakuan kalau Arkan adalah putraku dengannya, buah cinta kami. Bukan buah cintaku dengan laki-laki lain. Kendati pada akhirnya, aku dan Arkan malah tersakiti. Mungkin banyak di antara kalian yang bertanya-tanya, mengapa aku tidak mengambil ijasahku saja. Mencari pekerjaan yang lebih b

