Bab 13

1250 Kata

Kalau ditanya apakah aku menyesal tidak memaafkannya, dan mau berdamai dengannya, maka jawabannya aku tidak menyesal. Saat ini ego tengah menguasaiku, aku tidak bisa menghentikan egoku. Ah iya, sebelum kepergiannya tadi, aku sempat meminta ijasahku yang tertinggal di rumahnya. Dan dia bilang, dia mau mengantarkan ijasahku itu, asal aku memberikannya waktu untuk berdekatan dengan Arkan. Aku menolaknya, dan lagi-lagi ia terus memohon. Tingkahnya itu tak ubahnya seperti anak-anak. Senang merengek namun ketika tidak diberi apa yang diminta akan menangis. Aku heran, kenapa sikap Mas Damar bisa berubah seratus delapan puluh derajat dari pertama kali kami bertemu dulu. Mas Damar kerap menunjukkan sikap tegas dan berwibawanya, sebenarnya tak jarang juga ia bersikap manja padaku, apalagi setelah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN