"Arkan makan yang banyak, ya? Biar cepet gede terus bantu Bunda," ucapku pada Arkan yang tengah melahap suap demi suap nasi goreng buatanku. Aku tersenyum melihat cara makannya yang lahap. Menu makannya malam ini, aku sengaja membuatkannya nasi goreng. Meski rasanya tidak akan seenak dengan yang kumakan tadi siang, tapi aku bisa menjamin kalau makanan buatanku ini sehat. Aku merasa sedih, tadi siang dengan lahapnya aku makan tanpa mengingat putraku sendiri. Ibu macam apa aku ini? Kuelus puncak kepalanya. Anakku sudah berusia empat tahun, seharusnya di usianya kini aku sudah memasukkannya ke play group. Tapi apa daya? Aku tidak memiliki uang yang cukup. Biaya pendaftaran untuk masuk play group, biasanya lebih dari lima ratus ribu. Dapat dari mana aku uang sebanyak itu? Untuk makan sehari-h

