Bab 15

1727 Kata

"Ini..." ia menyodorkan tas yang dibawanya, aku menatapnya bingung. Aku belum sempat menebak apa isi tas itu. "Apa ini?" "Buka Amel, jangan cuma tanya dan hanya dilihatin terus. Kamu bakal tahu apa isi tas ini," kata Mas Damar. Melihat senyumannya kali ini―yang malah terlihat seperti seringai―membuatku merasa khawatir. Aku meraih tas itu, dan membuka resletingnya. Hal pertama yang kulihat di dalam tas itu, adalah tumpukukan beberapa map. Map apa ini? Ah, apa ijasahku? "Benar, itu ijasahmu. Di sana juga ada kontrak kerja yang jika kamu setujui, kamu bisa mengajar di sekolah swasta yang tertera di map itu. Atau, kamu mau cari tempat mengajar yang lain? Tapi ingat ya, Mel, di Jakarta kayak gini susah loh nyari kerjaan. Lagipula, aku sudah mengurus semuanya," ucapnya menjelaskan tanpa menun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN