Aku dan Mas Dimas duduk berhadapan di ruang tengah, sementara Arkan, putraku itu tampak asyik menonton televisi. Katanya, ini adalah kali pertama ia menonton tayangan Spongebob, dan menurut Arkan, Spongebob itu sangat lucu. Entah sudah berapa kali tawa terdengar dari mulut putraku itu. Aku senang, melihatnya tertawa lepas. "Kamu udah baikan sama Damar?" Pertanyaan itu kembali terulang dari mulutnya. Aku bingung harus menjawabnya seperti apa, dibilang baikan ya sebenarnya tidak. Dibilang tidak, sebenarnya juga iya. Karena situasiku dan Mas Damar saat ini tidak sebaik dan seburuk dulu. Aku sudah berusaha berdamai dengan masa laluku, tapi usahaku tidak pernah berhasil kalau itu soal hubunganku dan Mas Damar. Aku melihat semua jalan tertutup rapat, jika aku kembali dengannya. Aku tidak bernia

