Pagi hari datang dengan begitu cepat. Gulungan selimut itu terlihat bergerak-gerak seiring dengan suara berisik alarm yang terdengar memekakkan telinga. Kepala Hana menyembul dari balik selimut, matanya terlihat bengkak dan sayu akibat menangis semalaman. Setelah ia yang menangis ditemani Yoon Jongin, tangis gadis itu rupanya masih belum sepenuhnya tuntas dan berlanjut saat ia tiba di rumah. Hana bahkan mengabaikan bibi asisten yang bertanya dengan khawatir, ia terus berjalan menuju kamarnya dan terus menangis hingga tanpa sadar tertidur. Hana mengerjap, menghela napas dan kembali membenamkan wajahnya pada bantal. Ia mengerang frustasi, hatinya kembali merasa sakit bila mengingat nama Jongin dalam benaknya. Sebenarnya tidak ada yang terjadi semalam. Seperti apa yang pria itu katakan

