Satu mangkok mie kalguksu sudah terhidang di atas meja. Hana hanya menatap menu tersebut tanpa berniat menyentuhnya sama sekali. Sekitar dua menit lalu, Nyonya Kang tiba-tiba saja datang mengantarkan semangkok mie kalguksu meski Hana belum memesan apapun sebelumnya. Wanita baya itu berkata jika setelah menangis paling enak makan mie kalguksu buatan rumah, dan wanita baya itu memberikan menu tersebut secara cuma-cuma. Entah mengapa perasaan Hana jadi melow sekali lagi. Ia tahu ibunya begitu baik, bahkan pada orang asing. Wanita baya itu tidak akan pernah ragu untuk menolong sesama tanpa mau tahu siapa dan bagaimana latar belakangnya. Perlahan Hana mulai menyendok kuah kalguksu, memasukkan kaldu penuh rasa itu ke dalam mulutnya. Memori masa lalu tiba-tiba menyerang secara spontan. Memb

