Yoseff tersenyum senang, di dalam tabung yang menyimpan sel stem dan juga sel telur milik Rathree cocok, ini saatnya ia memasukkan calon bayi itu ke dalam rahin Rathree. Masih seperti sebelumnya, Erick tetap setia menjadi tahanan mereka, pemuda itu belum diizinkan untuk pergi. Hari ini Yoseff akan menanamkan zigot itu ke dalam tubuh Rathree, dan lagi-lagi Erick harus menjadi penonton. Ia duduk di kursi dengan tatapan datar, sedikitnya ia membuang muka kala Yoseff berada di bilik kaca bersama Rathree di sana. Merasa malas untuk melihat penanaman zigot tersebut, Erick memutuskan untuk pergi dari sana. Namun, suara dari Yoseff langsung mengiterupsi. “Mau ke mana? Tetap lah di sini,” tukas Yoseff. Pria paruh baya itu menurunkan masker yang ia pakai, kepalanya menoleh pada Erick. Eric

