ACCIDENT

1117 Kata
Hari ini hari kedua Natha di scors.Masih sama seperti kemarin,rasanya tidak ada Natha sangat sepi, aku jadi tidak semangat untuk belajar.Biasanya ada Natha di belakangku.Walaupun terkadang dia menyebalkan dan sangat mengganggu. "Hari ini Natha lagi ngapain ya? "tanyaku dalam hati sambil melamun Kita memang teman dekat tapi jujur saja kita jarang mengirim pesan.Tapi kalo sudah ketemu kita bakal lupa tuh sama hp bahkan lupa juga kalo di sekeliling kita banyak orang hehe.Natha hari ini berjanji mau menjemput ku lagi seperti kemarin. "Seshil,kamu denger apa yang ibu jelaskan? sudah paham? " tiba-tiba aku mendengar suara bu Dwi yang menegur ku karena melihatku melamun. "hm apa bu?paham kok bu" jawab ku cepat karena gugup "oke, tolong kamu jangan melamun ya Seshil" Tegur bu Dwi "baik bu,saya minta maaf" kata ku menyesal Rupanya tanpa sadar aku melamun sambil memikirkan Natha. "Jangan mikirin Natha terus" Kata Elle berbisik kepadaku "Aku enggak mikirin Dia " jawab ku dengan nada pelan "hahah dasar bohong mulu" jawab Elle Elle memang sahabatku, dia selalu tahu apa yang aku pikirkan. Jam pelajaran sudah berlalu,sekarang waktunya pulang "Akhirnya aku bisa melewati hari ini,mungkin semua hariku akan menjadi rumit tanpa Natha, padahal dia hanya di scorss 2 hari, tapi rasanya seperti setahun.Waktu terasa jadi lebih lama tanpa Natha di dekatku." gumamku pada diri sendiri. "Lo dijemput Natha?"Tiba-tiba Elle menepuk pundak ku. "Hmm Gatau tapi dia janji sih mau jemput aku,memangnya kenapa?"tanya ku "Ya gapapa, kalo lo dijemput gue mau ke kantin dulu hehe, lo kan ga suka nongkrong di kantin apa lagi bareng kakak kelas dan yang lain"Jawab Elle "Yaudh kamu duluan aja le" jawab ku "Beneran lo gapapa? yaudh gue duluan ya seshil" Jawab Elle bersemangat Tumben dia ngerasa semangat banget.Elle itu memang tipe cewek yang friendly, punya banyak Circle dia bisa berbaur dengan siapa saja, gak kayak aku yang cuma bisa ngandalin Natha dan Elle. Aku berjalan melalui lorong sekolah ke arah warung mang uus sesuai janji Natha kepadaku sebelumnya bahwa dia akan menjemputku disana.Setelah sampai gerbang sekolah aku melihat ke arah sebrang tepat di depan warung,aku melihat Natha sedang menunggu ku. "Nathaaaaa...." teriaku senang sambil melambaikan tangan aku segera berlari ke arah Natha tanpa melihat ke arah kanan dan kiri. Tiba-tiba "Brukk" aku terjatuh karena terserempet motor yang sedang membawa banyak galon.Kepalaku pusing,kaki ku sangat sakit sepertinya kaki ku terkilir. Aku melihat Natha berlari ke arah ku.Meski pandangan ku sedikit remang tapi terlihat kekhawatiran dari wajah Natha. Natha segera menolongku dan memaki tukang galon yang menyerempetku. "Aduh bapak gimana sih pak masa bisa kayak gini" tanya Natha dengan nada kesal "Lah kok saya mas, sudah jelas pacar mas nya yang gak hati-hati. Masa tiba-tiba main lari aja nyebrang" sedikit senang saat tukang galon bilang kalo aku adalah pacar Natha. Walaupun moment nya sangat tidak tepat. "Sudah Nath gausah marah, bener ko katak bapak nya aku yang salah" jawab ku dengan nada lemah. Memang benar salah ku, aku terlalu bersemangat melihat Natha di depanku "Yaudah pak,terus gimana nih sahabat saya,tolong bantuin dia buat naik kemotor saya" "Yaudah mas, tapi tolong bantuin beresin galon saya dulu nih. Untung aja gak ada yang pecah mas"jawab tukang galon ketus "Iya saya bantuin" jawab Natha sambil membereskan galon-galon tersebut. Setelah Natha membereskan semua galon,bapak itu membantu ku untuk berdiri dan berjalan ke arah motor Natha. "Pak saya minta maaf ya, nanti kalo ada kerugian bapak bisa temui saya disekolah ya pak" kata ku memohon "Iya neng,ini gada kerugian kok. Saya juga sudah maafin tapi lain kali hati-hati ya neng,terus jangan lupa kaki sama kepalanya diobatin.Yaudah mas silakan jalan,jangan ngebut ya mas,kasian pacarnya" Jawab tukang galon "Siap pak.Terimakasih" Kata Natha Selama perjalanan Natha sangat berisik dan bawel membuat kepalaku semakin pusing.Dia memaki ku karena aku sangat ceroboh dan terburu-buru. "Natha bisa diem gak?" tanyaku sambil sedikit berteriak karena helm membuat suaraku senyap "Ya lo gimana Seshil untung lo ga kenapa-kenapa.Ini gua mau bawa lo ke dokter dulu,Lo jangan bawel ya" jawab Natha Akhirnya sampai juga,Dokter memeriksa kaki dan kepalaku. Kepala ku sedikit pusing karena tertabrak galon.Sedangkan kaki ku sedikit terkilir karena mencoba menghindar dari kecelakaan tadi.Setelah selesai pemeriksaan dan diberi obat oleh dokter,Natha memutuskan untuk mengantarku pulang. "Sebentar lo jangan turun dulu,biar nanti gue bantu.Lo duduk aja dulu di motor" Kata Natha di garasi rumahku aku menuruti perintah yang diberikan oleh Natha "Ayo Seshil, gua bantu lo buat turun"Kata Natha' Natha merangkulku membawa ku masuk kedalam rumah.Dia memencet Bel rumahku.Lalu Bi Asih membuka pintu rumah. "Non kenapa kakinya? kecelakaan? " Tanya bi Asih "Ayo non bibi bantu, aduh ini kenapa mas Natha? kalo papah mamah non Seshil tau pasti bisa marah" kata bi Asih khawatir "Gapapa ko bi, tadi Seshil keserempet tukang galon pas mau nyebrang,ini sudah aku bawa ke dokter kok bi" Jawab Natha "Aku yang salah kok bi, tadi aku nyebrang jalan,tapi ga lihat kanan dan kiri dulu.Bibi gausah cerita ke mamah papah,mereka juga ga akan tahu kalo gak ada yang cerita,aku kan jarang ketemu mamah papah juga" sambung ku. "Baik non, yaudh non duduk dulu disini biar bibi bikinin mas Natha minum dulu ya" kata bi Asih "Iya bi" Jawab ku Saat bi Asih sedang membuat minum untuk Natha, tiba-tiba Natha membahas sesuatu "Heh onta lo denger gak tadi kata tukang galon?masa dikiranya dia lo itu pacar gue?" Tanya Natha sambil ketawa "Iya denger. Terus kenapa? aku harus apa?jungkir balik?" jawabku judes "Yeee, gue kan cuma nanya aja,berarti kita cocok kan? Kata Natha sambil tersenyum "Iya cocok jadi Majikan sama pembantu"Canda ku "Yeee kurang ajar lo ye, yaudh nih sini luka lo gue bersihin lagi" Sambung Natha Kulihat Natha begitu tulus membersihkan luka ku. Apa ada cowok yang lebih tulus selain Natha? aku baru pertama menemukan pria seperti dia.Jujur aku sangat bahagia saat Natha bilang kita berdua cocok buat jadi sepasang kekasih,hanya saja aku tidak mau terlalu terbawa perasaan karena itu lah aku menjawabnya dengan candaan. Saat aku sedang memandang Natha tiba-tiba bi Asih datang membawa minuman dan makanan untuk Natha "Mas Natha ini minuman dan makanan nya" kata bi Asih sambil meletakan makanan dan minuman di meja "Makasih bi,tapi gak usah repot gini bi, aku mau pulang juga solanya sudah sore" Kata Natha "Kok pulang sih mas?Non Seshil kan belum sembuh.Yaudah diminum dlu mas" Jawab bi Asih sambil bercanda "Oke bi aku minum ya? hahaha besok juga dia sembuh tuh bi.Tolong nanti obatnya jangan lupa diminum ya bi, pasti Seshil males minum" Sambung Natha Natha meminum minuman yang disediakan oleh bi Asih. Lalu Natha melihat ku,mengusap kepalaku dan berkata "Cepet sembuh ya Seshil,kabarin gue aja kalo ada apa-apa" kata Natha "Oke.. makasih Natha" jawab ku dengan senyum Natha pergi meninggalkan ruangan.Bi Asih mengantar Natha sampai ke garasi. "Aku pulang dulu ya bi Asih jangan lupa jagain Seshil, terimakasih bi" Teriak Natha "Siap mas.." Jawab Bi asih .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN