"Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar." Eisha berkata dengan nada berharap.
"Dan juga sifat Pangeran Kenzie berubah menjadi lebih baik," sambungnya dengan nada yang sama.
Setelah itu Eisha mengambil mangkuk sup yang ada di atas meja. Dia memakan sup yang masih hangat dengan lahap, karena memang kebetulan dia sedang kelaparan. Dia berjalan dan membuka tirai, rupanya hari sudah sore, Eisha memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu dan berlanjut berganti pakaian.
Seseorang mengetuk pintu ketika Eisha sedang menyisir rambut hitam panjangnya. Eisha menoleh ke arah, dan segera meminta orang yang mengetuk pintu untuk masuk ke dalam ruangan kamar.
"Nona dipinta oleh Pangeran Kenzie untuk menghadap ke ruangannya," lapor seorang pelayan wanita tanpa basa basi lagi.
"Oh, iya, baiklah, aku akan segera datang," jawab Eisha.
Setelah itu pelayan itu berjalan pergi dari ruangan kamar Eisha. Gadis itu melanjutkan menyisir kembali rambutnya.
"Ada apa lagi Pangeran Kenzie memanggilku? Bukankah tadi sudah berjam-jam menemaninya menghabiskan waktunya itu?" Eish menguncir rambutnya menjadi satu, karena merasa malas. Walaupun tanpa riasan yang berlebihan dan glamor, dia tetaplah cantik.
***
Selir Linda terkejut saat seorang pelayan yang berasal dari paviliun teratai emas memberitahu jika Eisha mulai hari ini telah resmi menjadi pelayan dari paviliun teratai emas, tak lagi menjadi pelayan di paviliun bunga anggrek. Hal tersebut membuatnya berpikir kalau hal tersebut sangatlah aneh dan membuatnya kebingungan.
Selir Linda segera berjalan menuju ke paviliun teratai dengan tergesa-gesa dengan ikuti beberapa orang pelayan. Beberapa orang pelayan memberikan hormat pada Selir Linda.
"Di mana Pangeran Kedua saat ini?" tanya Linda pada salah seorang pelayan yang kebetulan sedang lewat.
"Di ruangan belajar, Selir Linda," jawab pelayan muda yang ditanya.
"Oh, baiklah, terima kasih," sahut Selir Linda. Setelah itu pelayan tersebut pamit mengundurkan diri dari hadapan istri Kaisar Carney.
Eisha dipanggil menghadap ke ruangan belajar Pangeran Kenzie. Dia tak menyangka Selir Linda juga berada di ruangan paviliun teratai emas ketika Eisha berjalan masuk ke dalam ruang belajar. Wanita itu duduk di atas kursi yang berdekatan dengan Pangeran Kenzie dengan meja segi empat sebagai batasannya. Di atas meja terdapat seteko keramik dan beberapa cangkir, beserta beberapa camilan juga tersedia. Dua cangkir kecil sudah terisi dengan air teh yang telah dituangkan oleh pelayan yang ada di paviliun teratai emas. Apa mantan majikannya itu sudah tahu yang sebenarnya? Iya, itu kemungkinannya sangatlah besar. Seperti biasa dia memberikan hormat kepada dua orang yang punya posisi di Kerajaan Harvy, satu seorang pangeran Kerajaan, sedangkan satunya seorang Selir kerajaan.
"Orang yang ditunggu sejak tadi sudah datang di hadapan kita. Selir Linda bisa bertanya langsung dengannya." Pangeran Kenzie melihat sekilas wanita milik Kaisar Carney, lalu kembali menatap Eisha yang masih posisi berdiri di hadapan mereka berdua.
"Wajar saja sejak pagi aku tak melihatmu di paviliun bunga anggrek, rupanya Vaiva berada di sini." Selir Linda mengawali kalimatnya. Dia tadi pagi menunggu kehadiran Eisha di ruangan, namun gadis kecil tak muncul, sehingga Amirah yang datang melayaninya dan memberitahu jika Eisha sedang kelelahan. Yang kenyataannya tidaklah sama. Ketika kembali ke paviliun bunga anggrek, dia akan memarahi Amirah karena telah berani membohonginya.
Eisha hanya mengangguk saja sebagai jawaban. Dia ingin memberitahu Selir Linda, tapi karena duduk terlalu lama membuat tubuhnya merasa kaku semua dan sakit, membuatnya mengurungkan keinginannya itu. Dia juga tidak menyangka Selir Linda datang ke paviliun teratai emas karena demi dirinya.
"Vaiva, katakan yang sejujurnya, apakah kau dipaksa menjadi pelayan di kediaman teratai emas?" tanya Selir Linda langsung menatap wajah Eisha yang berdiri di hadapannya dengan menelisik.
Eisha segera menggeleng, takut terjadi kesalahpahaman. "Tidak, Selir Linda, Pangeran Kenzie tidak memaksaku, aku yang setuju menjadi pelayannya," jelasnya.
"Apa perkataan itu berasal dari hatimu?" tanya Selir Linda untuk yang kedua kalinya.
"Iya, perkataan tersebut berasal dari hati Vaiva, tanpa ada paksakan sedikitpun," ujar Eisha dengan mantap. Berusaha agar Selir Linda percaya dengannya kalau dia tak dipaksa. Padahal nyatanya dia sedikit terpaksa karena demi buku teknik sihir yang sangat berharga baginya.
"Selir Linda sudah dengar sendiri 'kan dari mulut orangnya langsung. Jadi, Selir Linda tak bisa mengatakan jika aku menggunakan posisiku di kerajaan untuk mengancamnya," sela Pangeran Kenzie merasa penuh kemenangan. Ya, walaupun dia memang sedikit memaksa dan egois dengan menggunakan buku teknik sihir.
Selir Linda mengambil napas dalam-dalam sebelum berbicara kembali. Dia awalnya sangat berharap jika Vaiva mengatakan jika dia terpaksa, maka Selir Linda ada kemungkinan untuk membawa gadis kecil itu kembali ke paviliun bunga anggrek. "Baiklah, jika Vaiva sudah yakin dengan keputusannya itu. Aku tak akan mempertanyakannya lagi.
"Namun pintu kediaman bunga anggrek selalu terbuka untukmu." Selir Linda kemudian mengambil sebuah plakat berwarna sedikit ungu dari dalam sebuah kotak kecil yang terbuat dari kayu pada Eisha.
"Jagalah plakat ini dengan baik, dia akan membuatmu dengan mudah masuk ke paviliun bunga anggrek," pesan Selir Linda.
"Baiklah, terima kasih, Selir Linda. Vaiva akan sering datang ke paviliun bunga anggrek saat ada waktu luang," jawab Eisha dengan bijaksana. Tangannya menyimpan plakat di dalam saku pakaian yang membalut tubuhnya.
"Dan juga Vaiva minta maaf karena telat memberitahu Selir Linda," ucap gadis itu dengan raut wajah merasa bersalah dan tak enak hati. Apalagi Selir Linda sudah sangat baik padanya.
Selir Linda berusaha untuk tersenyum walaupun hatinya sedih karena kehilangan teman yang bisa diajaknya untuk berbicara. "Tidak masalah, Vaiva. Aku tahu itu pasti karena ketidaksengajaan," ujarnya maklum.
Vaiva berada di paviliun teratai emas juga merupakan hal yang bagus. Sepertinya Pangeran Kenzie memperlakukan Vaiva dengan baik, batin Selir Linda melihat penampilan dari atas sampai bawah Vaiva. Gadis itu tak memakai pakaian layaknya pelayan yang dimaksud Pangeran Kenzie, dia memakai pakaian yang dipakai oleh Nona Muda dari keluarga berkelas. Apa mungkin itu alasannya membuat gadis itu setuju untuk tinggal di paviliun teratai emas?
Interaksi yang akrab antara Selir Linda dengan Eisha sampai membuat Pangeran Kenzie merasa heran sekaligus tidak mengerti. Sejak kapan wanita itu sangat akrab dengan seorang pelayan? batinnya bertanya-tanya.
Pangeran Kenzie pun menjadi penasaran, apa sebenarnya hubungan antara pelayan pribadi barunya itu dengan Selir Linda? Bahkan wanita itu memberikan sebuah plakat khusus pada Eisha. Dia akan menyelidikinya nanti.
"Sekali lagi terima kasih, Selir Linda," sahut Eisha dengan sopan dan santun, yang dibalas anggukan Selir Linda.
"Baiklah, kalau begitu, aku pamit terlebih dahulu. Dan aku meminta karena telah menduga hal yang tidak-tidak Pangeran Kenzie."
"Ya, aku tak akan mempermasalahkannya," jawab Pangeran Kenzie dengan tenang.
Selir Linda pun bangkit dari posisi duduknya, dia memeluk erat Eisha. Rasanya memang sedikit berbeda, seperti ada sebuah hubungan yang akrab?
Apa dia benar keponakanku yang telah lama hilang itu? tebaknya.
Aku sebaiknya tak sembarangan menebak daripada nanti kecewa sendiri, batin Selir Linda.
Eisha kaget dengan pelukan Selir Linda yang tiba-tiba, namun dia segera menetralkan keterkejutannya itu dan balas memeluk Selir Linda.
Kenapa aku merasa nyaman berada di pelukannya? batin Eisha bertanya-tanya. Jujur dia bingung sendiri sebenarnya ada apa?
Apa mungkin aku terlalu rindu dengan keluargaku sehingga sekarang aku menganggapnya seperti keluarga sendiri? tebak Eisha.