Eisha mendengarkan dengan baik penjelasan dari Pangeran Kenzie mengenai hal dasar yang wajib diketahui oleh semua orang. "Tuan Muda, jadi kita benar-benar harus berkonsentrasi saat ingin mengeluarkan kekuatan energi spiritual?" Pangeran Kenzie pun mengangguk mengiakan. "Iya, seperti yang aku jelaskan tadi. Kalau sudah aku jelaskan, tak perlu ditanya lagi hal yang sifatnya seperti itu Eisha." "Iya, iya, guru. Kenapa gurunya jutek amat," keluh Eisha dengan suara mengecil di akhir kalimatnya yang sialnya masih bisa didengar oleh Pangeran Kenzie. "Eisha, aku masih bisa mendengar perkataanmu itu!" Tekan Pangeran Kenzie sembari menatap tajam Eisha yang sedang duduk di kursi. "Maaf guru," ucap Eisha dengan raut wajah yang tampak sedikit merasa bersalah. Padahal di dalam hati sudah sedikit

