"Nama yang bagus," puji Pangeran Adom yang tak melepaskan senyuman di wajahnya yang tampan. Antara adik dan kakak sama-sama memiliki paras wajah yang memikat kaum wanita. Eisha pun balas tersenyum. "Terima kasih, Pangeran." Senyumannya yang menawan membuat hati orang yang melihatnya merasa meleleh termasuk Pangeran Pertama. Pangeran Kenzie pun meminta agar Eisha membuatkan beberapa jenis camilan. Padahal nyatanya camilan masih banyak di atas meja. Bukankah camilan masih banyak? batin Eisha pun bertanya-tanya sambil melirik ke arah meja. "Tidak perlu, Adik Kedua. Camilan yang ada di sini sudah lebih dari cukup untuk dinikmati kita berdua," tolak Pangeran Adom. Dia ingin bicara lebih banyak dengan gadis yang memiliki nama Eisha itu. Laki-laki itu merasa tertarik dengan Eisha. "Jang

