Jawaban

1828 Kata
“Apa? Si Hitam?!” tanya Gaal dan Riolo hampir bersamaan. Terlihat dengan sangat jelas bahwa keduanya tampak terkejut dengan apa yang sudah dikatakan oleh Ostra padanya. Pasalnya, Ostra sebelumnya berkata jika dirinya memikirkan Si Hitam sebagai dalang satu-satunya dari semua permasalahan yang bersambung-sambung hingga saat ini. Semuanya tentu saja sangat masuk akal bagi Ostra, mengingat memperhitungkan waktu awal mula kekacauan ini dimulai memang sesuai dengan teori Ostra yang menyimpulkan bahwa Si Hitam yang menjadi dalangnya. Ostra pun menunjukkan catatan yang ia buat atas ingatan yang dimiliki oleh Clara. Tentu saja Gaal dan Riolo segera memeriksa apa yang ditunjukkan oleh Ostra tersebut. “Apa benar Si Hitam yang menjadi dalangnya?” tanya Riolo terlihat sangat terkejut dengan apa yang sudah ia baca. Rasanya ia masih belum bisa menerima fakta bahwa hal tersebut memang bisa diterima begitu saja. Bahkan Riolo tidak pernah membayangkan jika Si Hitam memang menjadi dalangnya. Sebab sebelumnya Si Hitam bahkan sudah tidak pernah dibicarakan oleh mereka. Bisa dibilang Si Hitam sendiri adalah hal yang sangat dilarang dibicarakan di tengah kalangan bangsa Draconian. Si Hitam sendiri sebenarnya hanyalah julukan. Sebab nama aslinya benar-benar sangat dilarang untuk dibicarakan. Seakan-akan membicarakannya hanya akan membawa nasib buruk menghampiri bangsa tersebut. Alhasil, bangsa Draconian pun menyempatkan julukan pada sosok pengkhinat itu. Julukan tersebut tak lain adalah Si Hitam. Gaal terlihat mengernyitkan keningnya saat dirinya memeriksa catatan Ostra tersebut dan menghela napas. “Sepertinya kemungkinan besarnya sangat tinggi bahwa Si Hitam yang mendalangi semua ini. Itu artinya memang Si Hitam sudah datang lebih dulu ke bumi sebelum kita,” ucap Gaal. Ostra mengangguk. “Besar kemungkinan memang seperti itu. Namun, jika pun memang benar dirinya yang menjadi dalang dari semua ini. Aku sama sekali tidak mengerti dengan alasan yang mendasarinya untuk melakukan semua itu,” ucap Ostra terlihat sangat kesal karena dirinya tidak bisa membaca apa yang sebenarnya direncanakan oleh Gaal. Jika mereka semua tidak paham mengenai apa yang ingin dicapai oleh Si Hitam, jelas akan sulit baginya untuk menganalisis cara untuk mencegah dan memblokir rencana Si Hitam. Meskipun belum yakin dengan alasan yang dimiliki oleh Si Hitam, tetapi Ostra merasa jika apa pun rencananya pasti akan mengganggu rencana yang dimiliki olehnya. Si pengkhianat itu pasti tidak akan membiarkan bangsa yang sudah ia khianati hidup dengan tenang karena perasaan dengkinya. Gaal dan Riolo juga memiliki pemikiran yang sama. Gaal pun berkata, “Jika begini, rasanya aku harus melihat semua penelitian yang sudah kulakukan. Aku cukup paham dengan bagaimana dirinya melakukan penelitian dan tanda yang selalu ia tinggalkan pada hasil penelitiannya. Aku harus melakukannya dengan teliti, agar bisa menemukan sesuatu yang menguntungkan bagi bangsa kita.” Ostra dan Riolo yang mendengar hal itu pun mengangguk. Sebenarnya kembalinya Si Hitam denga cara yang tidak terduga tersebut memang sangat tidak terduga. Jujur saja, mereka sama sekali tidak pernah berpikir jika sosok yang sudah hampir seperti bayang-bayang itu tidak akan pernah mereka muncul lagi. Keberanian dan kegilaannya memang benar-benar tidak terduga. Membuat mereka merasa geram, karena teringat dengan semua hal yang sudah ia lakukan di masa lalu. Rasanya, mereka tidak akan pernah bisa melupakan kesalahan yang sudah dilakukan oleh Si Hitam. “Jika benar dirinya akan kembali mengganggu dan membuat kita hidup dalam kesulitan, maka aku tidak akan membiarkannya lagi. Aku akan memberikan pelajaran padanya dengan tanganku sendiri. Lihat saja, aku akan membuatnya membayar semua kesalahan yang sudah ia perbuat di masa lalu,” ucap Riolo terlihat mengepalkan kedua tangannya. Ostra menghela napas. Ia mengurut pelipisnya. Memikirkan sosok Si Hitam yang menambah masalah, membuat dirinya merasakan pening pada kepalanya. Lalu Ostra pun berkata pada Gaal, “Apa dia baik-baik saja?” Gaal dan Riolo yang mendengar hal itu tentu saja tahu siapa yang tengah dibahas oleh Ostra saat ini. Gaal yang mendengarnya pun mengangguk. “Tadi aku baru saja memeriksanya dan meninggalkan tempat terbatas. Ia masih baik-baik saja. Sayangnya, tidak ada kemajuan dalam kondisinya. Aku tidak bisa melakukan apa pun mengenai kondisinya tersebut,” jawab Gaal membuat Ostra menghela napas. Semuanya benar-benar rumit dan membuatnya merasa sangat jengkel. Seakan-akan semua usahanya selama ini tiba-tiba hancur begitu saja karena sesuatu yang tidak terduga seperti ini. Padahal, sebelumnya semua yang ia rencanakan berjalan dengan sangat lancar. Namun, semuanya menjadi tidak terkendali ketika satu per satu masalah yang tidka terduga muncul dan membuat rencanya menjadi kacau balau. Ostra kembali menghela napas. “Kalau begitu, sekarang kita fokus dengan masalah ini terlebih dahulu. Khusus untukmu, Gaal. Aku ingin kau mengulas kembali laporan penelitianmu. Aku ingin kau mengorfimasi, apakah benar perkiraanku mengenai keterlibatan Si Hitam benar atau tidak,” ucap Ostra memberikan arahan pada Gaal yang segera mengangguk. Tentu saja Ostra sama sekali tidak keberatan untuk melakukan hal tersebut. Mengingat jika ia memang sudah berpikir untuk melakukan hal tersebut, yang memang sudah menjadi tugasnya. ___________________________ Saat ketiga petinggi dari bangsa Draconian tengah membicarakan hal yang mereka curigai, Clara yang tinggal di kamarnya sama sekali tidak menutup mata dan tidur dengan tenang. Tentu saja dirinya sama sekali tidak bisa beristirahat saat dirinya merasa sangat gelisah dengan berbagai hal yang memenuhi benaknya. Sungguh, saat ini Clara tidak bisa tenang karena bahasan yang sudah dilakukan oleh Ostra sebelumnya. Clara memikirkan kemungkinan bahwa memang kehancuran peradaban manusia ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan bangsa draconian seperti apa yang ia pikirkan sebelumnya. “Tapi jika bukan mereka, lalu siapa? Siapa yang membuat para manusia berubah menjadi bodoh dan muncul istilah mhonyedt? Lalu apakah kehancuran peradaban manusia ini sama sekali tidak terjadi karena memang sesuai dengan ramalan yang sudah muncul sebelumnya, melainkan memang situasi yang sengaja ditimbulkan oleh seseorang?” tanya Clara pada dirinya sendiri. Tentu saja menurut Clara itu sangat tidak masuk akal. Namun, di sisi lain itu juga hal yang juga terasa sangat masuk akal hingga membuat dirinya merasa sangat bingung. Jujur saja Clara merasa bingung untuk melangkah. Karena pikirannya saja saat ini sama sekali tidak jernih. Ia bingung dengan kebenaran, dan cerita versi mana yang harus ia percayai. Mengingat saat ini apa yang dikatakan oleh Ostra jelas sangat berbanding terbalik dengan apa yang Clara ketahui selama ini. “Tidak, aku yakin semua ini salah. Apa yang dikatakan oleh Ostra hanya kebohongan. Sudah jelas, jika memang situasi menyedihkan dan sulit yang dialami oleh pihak manusia adalah ulah yang diperbuat oleh pihak mereka. Dia hanya tengah berusaha untuk membuatku bingung,” ucap Clara pada akhirnya mengubah posisinya menjadi duduk. Clara benar-benar tidak merasa nyaman lagi dengan posisinya dan rasanya meskipun dirinya berbaring dalam waktu yang lama pun, dirinya tidak akan bisa beristirahat dengan nyaman. Pikirannya terlalu kacau untuk beristirahat dengan tenang. Clara menggigiti bibirnya dan kembali memikirkan masalah mengenai kemunculan mhonyedt dan kehancuran peradaban bangsa manusia. Clara yakin betul, jika semua itu terjadi secara natural sesuai dengan ramalah yang dilakukan oleh ilmuan ratusan tahun yang lalu. Jika benar situasi ini memang sengaja diciptakan, sudah dipastikan jika pihak draconian sendiri yang menjadi dalangnya. Saat Clara masih sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Ostra sudah kembali dan mendengkus saat melihat Clara yang terlihat masih terjaga padahal saat ini sudah larut malam. Seharusnya Clara sudah tidur karena dirinya memang harus mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Apa pun yang terjadi, Clara harus menjaga kandungannya dan kondisi kesehatannya yang memang saling terhubung. Jika sampai kondisi kesehatan Clara memburuk, sudah dipastikan jika kondisi janin dalam kandungan Clara mendapatkan dampaknya. “Kenapa kau masih terjaga seperti itu? Bukankah aku sudah bilang jika kau harus tidur? Kau harus beristirahat,” ucap Ostra sembari melepaskan pakaian bagian atasnya karena tiba-tiba terasa agar gerah. Hingga dirinya merasa sangat tidak nyaman. Ia pun menggunakan pakaian yang lebih nyaman untuk ia gunakan tidur. Lalu Clara pun berkata, “Mau aku tidur atau tidak, itu bukan urusanmu. Apa kau sendiri tidak sadar? Alasanku tidak bisa tidur, itu karenamu.” Ostra yang mendengar hal itu pun mengernyitkan keningnya. Tentu saja Ostra tidak merasa sudah melakukan sesuatu yang membuat Clara merasa terganggu seperti saat ini. Ostra pun bertanya, “Memangnya apa yang sudah kulakukan hingga membuatmu merasa sangat terganggu seperti ini, bahkan kau tidak bisa tidur?” Clara terlihat kesal karena Ostra terlihat seperti tidak mengerti dengan apa yang ia bicarakan. Lalu Clara pun berkata, “Aku benar-benar kesal sekarang. Kau tidak merasa melakukan sesuatu yang sudah membuatku terganggu? Kau tidak ingat? Kau pergi setelah membuatku penasaran, sebab pertanyaanku sama sekali tidak terjawab.” Ostra pun teringat dengan pertanyaan yang memang sudah diajukan oleh Clara sebelum dirinya pergi. Ia memang belum menjawab pertanyaan tersebut. Namun, Ostra sendiri tidak merasa ingin untuk menjawab pertanyaan tersebut. Pada akhirnya, ia pun berkata, “Simpan rasa penasaranmu itu, Clara. Bukankah aku sendiri sudah berkata jika aku akan menjelaskan semuanya setelah aku yakin. Jadi, aku tidak akan mengatakan apa pun walaupun kau merengek padaku.” “Jika aku dibuat merasa sangat penasaran seperti ini, aku bisa-bisa tidak bisa tidur malam ini. Bukankah kau sendiri yang menginginkan aku tidur? Kalau begitu, biarkan aku mengetahui jawaban atas pertanyaan yang sudah kuajukan sebelumnya,” ucap Clara tengah berusaha untuk membuat negosiasi dengan Ostra. Namun, tentu saja Ostra sama sekali tidak berniat untuk bernegosiasi dengannya. Saat ini, ulah Clara tersebut malah dengan mudha membuat Ostra mendapatkan sebuah ide menarik untuk bermain dengan istrinya itu. Ostra pun melipat kedua tangannya di depan d**a dan bertanya, “Kau tidak bisa tidur?” Clara mengangguk. Ia merasa senang karena setidaknya sekarang dirinya mendapatkan sebuah harapan. Jika dirinya melakukannya dengan lebih hati-hati, rasanya Clara akan mendapatkan apa yang ia inginkan. “Benar. Aku tidak bisa tidur. Karena itulah, aku ingin kau menjawab pertanyaanku. Setidaknya itu bisa membuatku tenang dan tidak akan merasa penasaran lagi. Aku janji, jika aku akan segera tidur setelah mendengar jawabanmu,” ucap Clara terlihat sangat memohon sekaligus berusaha untuk meyakinkan dirinya. Sayangnya, apa yang diminta oleh Clara tersebut sama sekali tidak membuahkan hasil yang manis dan sesuai dengan apa yang diharapkan olehnya. Sebab Ostra malah dengan tenang berkata, “Sayangnya, aku tetap tidak bisa memenuhi apa yang kau minta tersebut. Namun, tidak perlu merasa kecewa. Aku tau dengan cara apa kau bisa tidur dengan lelap.” Jelas saja Clara yang mendengar hal itu mengernyitkan keningnya. “Apa yang sebenarnya kau bicarakan? Aku benar-benar tidak mengerti dan aku tidak butuh hal lain. Apa yang kubutuhkan hanyalah jawaban atas pertanyaanku,” ucap Clara membuat Ostra segera menunduk dan mengurung istrinya itu dengan kungkungan tubuhnya yang kekar dan gagah. Ostra menyeringai dan berkata, “Mendengar jawabanku sama sekali tidak akan terasa menyenangkan, Clara. Saat ini, yang kau butuhkan adalah hal yang menyenangkan yang bisa membuatmu merasa lelah dan tidur dengan mudah. Jadi, marilah kita bersenang-senang. Akan kubuat kau tidur dan bermimpi indah.” “Apa maksudmu?!” tanya Clara sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Ostra. Namun, rasa tidak mengerti tersebut dengan mudah terjawab dengan sikap Ostra yang seketika mencium bibirnya membuat Clara terkejut bukan main. Sayangnya, saat Clara akan mendorongnya menjauh, tubuh Clara sama sekali tidak mendengar apa yang ia inginkan. Dengan mudah, tubuh Clara takluk pada permainan yang dipimpin oleh Ostra. Seakan-akan tubuh Clara memang sudah menunggu hal tersebut sejak lama. Lalu sekarang menjerit dengan penuh harap, bahwa sentuhan Ostra yang menyenangkan tersebut bisa membuatnya merasa puas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN