"Hueekkk.... hueekk...." terdengar samar suara orang sedang muntah membuatku terbangun dari tidurku dan melihat sisi kananku dan aku tak melihat Fisa di sampingku. "Hueeekk..." suara itu terdengar lagi. Dengan cepat aku melangkahkan kaki menuju kamar mandi dan kudapati Fisa tengah bersimpuh di depan closed dengan wajah pucatnga. Perlahan kudekati Fisa dan kupijat tengkuknya pelan. "Sejak kapan lo di sini ?" Tanyaku penasaran karna raut wajah Fisa yang sudah begitu pucat seperti sudah terlalu lama di dalam kamar mandi. Fisa hanya menggelengkan kepalanya dan kembali memuntahkan isi perutnya namun bukan isi perut yang keluar tapi hanya cairan yang keluar. Tak lama akhirnya dia berhenti memuntahkan isi perutnya. kemudian ia menyandarkan tubuhnya di dadaku terlihat begitu pucat. perlaha

