yong - 10.2

1897 Kata

Cukup lama mereka berkutat dengan padatnya lalu lintas membuat tubuh Rian terasa penat. Setelah mobil terparkir di tempat biasa, Rian perlahan membangunkan, bukan lekas bangun Fisa malah mulai asik dengan tidur siangnya tanpa memperdulikan tempat yang bisa membuat tubuhnya pegal setelah ia terbangun nantinya. Rian diam termenung memandang sosok gadis manis yang beberapa bulan ini telah menjadi teman hidupnya. Sosok yang mampu memporak-porandakan kehidupannya. Bahkan hati dan perasaanya. Jujur, Rian memiliki perasaan terhadap Fisa. Namum gengsi dan ketakutan lah yang membuat dirinya bersikap seolah tak pernah peduli dan acuh, namun di sisi lain Rian selalu khawatir akan tingkah Fisa, apalagi jika sampai dirinya lagi-lagi di tinggalkan orang yang paling ia sayang, mungkin hidupnya tak k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN