young - 38

2105 Kata

Malam semakin larut. Tapi Rian masih bertahan, berdiam diri dalam jangka waktu yang lama, berdiri di depan jendela kamarnya, matanya menatap hamparan taman yang terlihat indah, Bayangan dan lamunannya bereksplorasi dengan nakalnya, mengingat bagaimana tangan mungil Fisa berkreasi dengan riangnya membentuk hamparan taman yang terlihat nyaman. Taman hasil karya Fisa kini menjadi tempat ternyaman untuk menikmati kepelikan hidupnya, menerima takdir yang sudah di gariskan kepadanya, Dan sekarang dirinya hanya bisa mengenang dan mengabadikan sekecil apapun momen yang pernah ia lakukan bersama Fisa. Rian rindu Fisa. Selamanya akan merindukan sang pemilik hatinya, hanya saja waktu belum mengijinkan dirinya untuk kembali bersama Fisa. Pernah terlintas dalam benaknya, menyusul Fisa dan meningg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN