Tet... tet... tet... Alaram pagi selalu setia membangunkanku untuk mengurus segala sesuatu di pagi hari. Ku raih jam weker di nakas dan meletakan kembali setelah mematikan alaram. Kuretangkan tanganku, kugunakan punggung tangan kananku untuk menutup mulutku yang menguap. aku merasakan tangan Rian yang selalu setia memeluk perutmu setiap malamnya membuat tudurku selalu nyenyak, ku angkat perlahan tangannya dari atas perutku karna tak ingin membuatnya terbangun. Langkah kakiku langsung terarah ke dalam lamar mandi untuk sekedar mencuci muka dan menggosok gigi. Setelahnya, aku segera bergegas kedapur untuk menyiapkan sarapan. Namun sebelum itu, aku melangkah ke kamar sebelah yang memang sudah terhubung dengan pintu yang ada di dalam kamar kami. Aku melangkah dengan pelan karna takut m

