Tian membuka pintu kamar Galina dengan kasar dan langsung memasukinya ruangan serba putih tersebut dengan kesal. " Apa?!" tanya Gina sinis karena Tian kini malah hanya duduk di sofa dan menatapnya tajam. " Kapan kamu akan menjelaskan apa yang baru saja terjadi?" " Aku nggak perlu menjelaskan apapun, Tian." " Oh ya? Tiba- tiba mau kabur dan membawa koper malam- malam begini dan pegangan tangan dengan Niko itu bukan sesuatu yang harus kamu jelasin?" Tian lalu menghembuskan nafasnya dengan lembut dan mendekati sang istri yang duduk di tepian tempat tidurnya. " Aku juga nggak bawa barang milik kamu! Aku hanya membawa barang aku sendiri." " Bukan itu intinya, Gina... Dan aku nggak peduli kamu mau membawa apapun milik aku." " Dan aku nggak peduli dengan apapun milik kamu. Aku nggak butuh

