Dengan menyeka air matanya Gina duduk dan memeluk kedua lututnya sambil mengingat akan ucapan Bastian tadi. Ia sudah tahu hal ini akan terjadi. Ia sudah tahu pria itu membencinya. Ia sudah tahu mereka pasti tidak akan bisa akur. Ia bahkan sudah mewanti- wanti dirinya sendiri untuk tidak terbawa perasaan akan apapun yang berhubungan dengan Bastian karena ia sendiri juga masih begitu terluka akan sikap mantan suaminya tersebut dahulu kala. Namun kini, entah mengapa ia merasa begitu sedih akan ucapan Tian tadi yang memang lebih baik untuk mereka. " Dia benar. Kenapa juga aku harus ngomong gitu. Kenapa juga aku mikir kalau Tian masih mengingat masa lalu kami. Toh emang udah nggak ada gunanya lagi dan semuanya udah berakhir. Aku emang bego..." ucap Gina dengan menyeka air mata di pipinya. "

