Never Again

1887 Kata

Tak hentinya Gina menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal dengan senyum yang terus mengembang di kedua sudut bibirnya membayangkan tadi Bastian mengulurkan tangan kepadanya. Meski ragu dan salah tingkah, akhirnya ia pun menyambut tangan yang dulu sering menggenggamnya tersebut. " Ya Tuhan, Galina... Sadarlah kau wahai diri. Jangan baper jangan baper... Pede kali kau masih di naksirin Bastian." ucapnya sambil menggelengkan kepala dengan cepat. " Dia benci kamu dan kamu benci dia. Masih ingat kan dia bilang apa hari itu? Bagaimana dia dengan cepat menggantikan kamu dengan Leika. Bagaimana dia nggak menganggap kamu dan bahkan dia nggak ada saat ayah kamu meninggal. Lagian kalian hanya akan kerja sama- sama selama beberapa hari sebelum pengganti kamu datang. Jadi kuatkan hati kamu! Kalian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN