Berada di dalam kamar sambil membaringkan tubuhnya yang lelah membuat Aisyell kembali mengingat kekesalannya terhadap Hansell. Pria itu tadi siang membuat dirinya begitu bahagia, namun saat malam tiba dengan mudah Pria itu membuatnya sedih. "Untuk apa aku memikirkan si b******k Hans! mulai sekarang aku berjanji pada diriku tidak akan lagi terpengaruh oleh pria itu," pekiknya. Aisyell menutup wajahnya dan berusaha untuk memejamkan matanya. Sudah pukul dua belas malam namun Aisyell masih belum juga bisa tertidur. "Kenapa sulit sekali rasanya ingin tidur," ucapnya dan bangkit dari tidurnya. Aisyell menghidupkan lampu di atas nakas. Ia menyibakkan selimutnya. Namun begitu terkejutnya Aisyell mendengar suara ketukan pintu. "Siapa itu?" tanya Aisyell dalam hatinya. Aisyell denga

