"Om, aku mau pulang saja, besok ada jadwal kuliah pagi," ujar Aisyell. Dirinya tidak ingin lagi melibatkan diri dengan Hans, pria itu memang hanya memanfaatkan dirinya untuk menghindari para gadis, meskipun kesal namun Aisyell tidak ingin menunjukkannya didepan Dirga. "Baiklah, kalau begitu kita pulang," ucap Dirga. Dirga berjalan ke arah kasir dan kini hanya ada Hans dan Aisyell yang tersisa di meja. Aisyell tidak sekalipun melihat kearah Hans, tentu saja membuat Hans curiga. "Masih marah?" tanya pemuda itu dengan santainya. Aisyell hanya diam tak membalas ucapan Hans. "Hei!" panggil Hans sambil menyenggol tangan Aisyell. "Apa sih?" bentak Aisyell sambil melototkan matanya ke arah Hans. "Kau kenapa?" tanya Hans. Aisyell memutar kedua bola matanya. "Jangan pernah gang

