Menyadari apa yang baru saja ia ucapkan membuat Dirga sangat malu, bahkan Supir yang membawa mobil hampir tertawa mendengar kalimat romantis yang keluar dari bibir Bosnya itu. Kini suasana di dalam semakin canggung, entah berapa kali Aisyell menelan salivanya sendiri, sedangkan Mizya berulang kali mencubit pahanya. "Elo sih, berisik banget!" bisik Aisyell yang kesal dengan Sahabatnya itu. Namun suasana yang senyap itu seketika buyar saat telepon Dirga berbunyi. Dirga yang masih gugup langsung mengambil ponselnya di dalam saku jasnya. Dirga melihat siapa yang sedang meneleponnya, dan ternyata itu adalah Pengacara yang ia tunjuk untuk mengurus kasus Rasyid, Papanya Aisyell. Pria matang itu pun langsung mengangkat telepon genggamnya. "Iya, halo Pak Sultan?" "Apa?" "Baiklah Pak

