Setelah satu jam tak sadarkan diri, akhirnya Dokter pun mempersilahkan Aisyell untuk masuk kedalam ruangan dimana Rasyid di periksa, tampak pria yang tak berdaya itu mulai membuka matanya perlahan. "Papa?" panggil Aisyell berlari ke arah sang Papa. Mizya dan Dirga mengikuti dari belakang. Sejak di ruang tunggu, Aisyell tak sekalipun berbicara, ia hanya terus berdoa kepada Tuhan agar Papanya bisa sembuh. Mizya dan Dirga bahkan tak berani mengajak Aisyell berbicara, mereka tahu betul kalau gadis itu sedang kalut. Aisyell telah duduk di samping sang Papa dan terus menggenggam tangannya. "A-is-yell ..." panggil Rasyid dengan suaranya yang melemah. "Pa, please jangan buat Aisyell takut," lirih Aisyell memeluk Papanya. Air mata gadis itu bahkan sudah membasahi bajunya. "Papa ra

