21. Pernikahan Kedua

1193 Kata

Setengah jam lalu Kala sudah terlelap, karena ia butuh waktu istirahat cukup lama dan meninggalkan Atma serta Lingga yang masih terjaga. Baik Atma maupun Lingga tak saling menatap, semua matanya tertuju pada wajah pucat Kala. "Kala sudah tidur." kata Atma pada Lingga. Dan tatapan mereka, masih pada Kala. "Aku tau, bang." "Masih mau di sini?" Lingga langsung menatap Atma saat pertanyaan itu keluar dari bibirnya, "iya." balasnya singkat. "Abang ada di sini, untuk apa kamu di sini. Kala lebih butuh abang, suaminya." Lingga berdecak, ia tersenyum sinis. Tatapannya kali ini bertemu dengan milik Atma. Tak ada yang bisa dibaca dari wajah Atma itu sekarang tapi Lingga bisa pastikan jika Atma bisa melihat kekecewaan di wajah Lingga. "Kala lebih butuh abang, iya memang betul. Tapi abang tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN