22. Pernikahan Kedua

1618 Kata

Pra diam di tempatnya. Kedatangan Lingga sungguh membuatnya terkejut bahkan sampai membuat Pra tak bisa berkata apa-apa saat pria yang notabenenya muridnya itu menyudutkan Pra dari segalah arah. "Maksud saya apa ibu akan melakukan hal yang sama kalau Bang Atma yang datang? Apa ibu tidak akan mempersilakannya masuk dengan alasan tidak etis memasukan laki-laki lain kedalam rumah ibu? Terlebih lagi dia sudah menjadi seorang suami?" "Istri Bang Atma lagi hamil bu, yang saya yakin ibu kenal betul siapa istrinya. Sesama wanita, ibu pasti tahu betul apa yang Kala rasakan." "Anggaplah saya dan Bang Atma tamu, lalu ibu pemilik rumahnya. Bukankah tamu tidak akan datang jika tidak diundang? Dan tidak akan masuk jika tidak dipersilakan masuk? Dan juga tidak akan pergi jika tidak diperkenankan pergi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN