Hari ini udara terasa lebih sejuk dari biasanya. Semilir angin begitu kencang hingga membuat rambut wanita itu menari-nari. Di sampingnya, ada seorang pria yang masih menatap wanita itu meskipun ia tahu tatapannya tak berbalas sebab wanita itu lebih senang memandang lurus ke depan, entah apa yang ditatapnya. Ya, mereka adalah Atma dan Kala yang baru saja keluar dari ruang sidang perceraian mereka. Masing-masing di tangan mereka memegang map yang berisikan Akta Cerai yang baru saja mereka dapatkan. "Kal.." Atma memanggil dengan nada pelan namun, Kala sama sekali tak berbalik. Tatapannya masih lurus ke depan, beberapa kali ia tesenyum. "Jangan menengok dan menatapku terus seperti itu, Mas. Tataplah ke depan, masa depan menanti kamu—" "Untuk apa? Rasanya percuma dan menyakitkan saat menyad
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


