Atma sudah tertidur sejak sejam yang lalu. Tadi setelah Kala membersihkan luka Atma, Bian pamit dan meninggalkan Kala di sini karena permintaan Kala sendiri yang menginginkan untuk tetap tinggal semalam ini saja bersama dengan Atma. "Kenapa?" Kala menengok, menatap Lingga yang datang dari belakang menghampiri Kala yang berada di balkon kamarnya dengan Atma. Di kedua tangan Lingga, ia membawa gelas yang berisikan kopi panas yang tadi sengaja ia buat untuk Kala dan dirinya. "Kenapa apanya?" Kala bertanya, merasa tak paham dengan ucapan Lingga. Lingga memberikan gelas di tangan kanannya pada Kala dan wanita itu mengambilnya. "Kenapa melakukan ini? Menuruti permintaan Bang Atma?" Lingga bertanya sambil perlahan-lahan ia meminum kopi panas yang asapnya masih mengebul itu. Kala menatap Lin

