Lusi menatap sebal Mac, dekat dengan Mac benar-benar membuatnya meradang. “Cepetan! mo ngomong apa. Waktuku terbatas,” ucap Lusi asal. Padahal dia tidak punya jadwal apapun. Karena dia sengaja datang ke Malaka hanya untuk membuat rancangan gaun pengantin yang akan Imel kenakan. “Jangan bohong, kamu ke sini hanya untuk merancang gaun yang akan Imel pakai ‘kan, waktu luang kamu itu banyak.” Lusi melotot, kenapa susah sekali untuk membohongi Mac. “Terserah aku lah. Aku mau apa, nggak ada lagi urusannya sama kamu!” ucap Lusi ketus. “Lus … aku benar-benar serius. Tolong maafkan kesalahanku dulu, aku benar-benar sangat mencintaimu sampai detik ini,” ucap Mac tulus. “Tidak semudah itu, Mac. Kamu dulu mencampakkanku begitu saja, dan sekarang dengan mudahnya kamu meminta maaf? tidak semudah itu

