Azizah benar-benar tidak menyangka, jika anak yang Imel kandung, adalah anak orang lain. “Itu sebabnya, Amran membuang bayi itu begitu saja,” ucap Azizah. Andin dan Frans saling pandang. Mereka berdua benar-benar tidak menyangka, Amran tega membuang bayi yang baru berumur beberapa detik. Andin menggenggam tangan Frans erat, menatap Frans dengan tatapan penuh memohon. “Tolong … selamatkan Kak Imel, Amran bukan orang yang baik.” Frans mengangguk, mengelus sayang puncuk kepala Andin. Tidak di minta pun, Frans pasti akan menyelamatkan Imel dari cengkeraman Amran. “Aku tau, Sayang. Tidak ada laki-laki baik, yang akan tega membuang seorang bayi yang tak berdosa,” geram Frans. Andin mengangguk, pemikirannya sama dengan pemikiran Frans. “Aku ingin secepatnya menemui Kak Imel, kalau perlu ha

