Edo masih saja tidak mempeduli⁸kan kata-kata Mac. Dia benar-benar tidak terima jika Andin mulai berpindah hati ke pria lain. Frans menatap tajam Edo, sahabat rasa musuhnya, benar-benar sangat menyebalkan. “Sini, lo! maju kalau berani!” tantang Edo. Andin nyengir, nggak nyangka banget dengan perubahan sikap Edo. Frans menyeringai, Mac semakin bingung. Kenapa dua sahabat yang dulu akur sekali, sekarang berubah menjadi Tom and Jerry. “Siapa takut!” Frans menggeser Andin yang menghalanginya. “Sayang … geser bentar ya, ada tugas negara. Ada yang otaknya geser, harus di benerin.” Andin melongo. Bugh! Tanpa Edo duga, Frans sudah meninju muka gantengnya. “Ayo lawan gue!” tantang Frans. Edo mengusap pipinya yang terasa sakit akibat serangan mendadak Frans. “Brengssek lo Frans!” Edo pun tak ma

