Tengah malam, Hera terbangun saat ia mendengar suara. Matanya menoleh ke arah Mentari yang seharusnya tidur di sampingnya. Tapi ia terkejut saat tak mendapati bocah itu di sana. "Mentari!" segera ia bangkit dan menyibak selimut. Hera turun dari ranjang untuk pergi ke kamar mandi, karena telinganya mendenga suara orang yang sedang muntah di sana. Tidak salah lagi, itu pasti Mentari! "Sayang! Kenapa kau tidak membangunkan Mama?" cemas Hera. Begitu sampai di kamar mandi ia melihat Mentari sedang terduduk lemas di dekat kloset. Matanya sayu dengan wajah yang pucat. "Mama..." rintihnya. "Tubuhmu dingin sekali. Sejak kapan kau berada di kamar mandi?" dengan panik, Hera membasuh wajah Mentari lalu menggendongnya untuk berbaring di atas ranjang. Tubuh anak itu dingin. Kedua tangannya mengepa

