BAYARAN MASA LALU

1006 Kata

Seorang gadis tengah duduk menikmati secangkir coffelate yang ia pesan di sebuah cafeteria yang berada di sudut jalan, tepat di seberang jalan sebuah kantor besar tempat Fariza bekerja dulu. Gadis itu bukan Fariza melainkan Mona, yang sedang menunggu seseorang untuk bertemu. Sambil matanya menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari dan memastikan apakah orang yang akan ia temui sudah datang atau belum. Jantungnya berdetak cepat kala melihat seorang lelaki yang memakai topi dan masker, berjalan menuju kearahnya. Tanpa melihat dengan seksama, Mona sudah mengetahuinya dari cara berjalannya lelaki itu. Siapa lagi jika bukan Wisnu, ayah dari janin yang ia kandung. Ada kecemasan dan kegelisahan, tidak hanya itu ada desiran sepercik kebahagiaan mengingat ia memiliki perasaan kepada Wisnu. Perasaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN