Seorang gadis tampak menyusuri trotoar jalan, menuju sebuah café yang memang jaraknya tidak terlalu jauh darisana. Meski masih ada mobil, tetapi dia memilih memarkirkan mobilnya jauh dari café, untuk waspada jika ada orang yang melihatnya datang kesana. Sesekali ia menarik nafasnya panjang, karena perasaannya terasa begitu gusar, tidak tenang. Dia sampai di café tempat dia bertemu dengan seseorang, Mona melihat ke dalam café dari ambang pintu mencari sosok yang pagi tadi menghubunginya. Sosok gadis yang memakai hijab senada dengan gamisnya tengah duduk membelakangi Mona, tanpa melihatnya pun Mona sudah tahu siapa gadis itu. Ini bukan pertemuan pertama Mona dengan Maya, melainkan kedua kalinya setelah resepsi pernikahan adik tirinya yang nyaris hancur dan berantakan karena ulah Maya yan

