30. Pertanyaan Tanpa Jawaban

2054 Kata

Semua pelayan pergi membawa piring dan mangkuk kotor. Tinggal Darmuroi dan Rien di sana. Mereka masih memikirkan cara agar bisa menang tanpa membuat keributan bagi rakyat terlebih lagi ilmu bayangan kerajaan Aru menghantui rakyat. Itulah yang ditakutkan sekarang. "Tuan, aku sudah memberitahukan siapa dirimu yang sebenarnya pada Zaro," celetuk Rien karena sedari tadi mereka diam. Darmuroi yang mulanya menatap langit berubah melototi Rien kaget, "Apa?! Rien, kau serius? Lalu, bagaimana reaksi Pangeran?" begitu penasaran sekaligus tak menduga. Rien mencebikkan bibirnya, "Yah, seperti kau yang tidak yakin aku datang dari zaman berbeda, dia pun sama. Hanya saja... Dia memintaku untuk tetap tinggal dan menjadi pelukis legendaris. Dia tidak memperbolehkan ku pulang." sangat lesu dan sedih. Da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN