34. Tragedi Lembah Kematian

3976 Kata

Angin tidak mau masuk ke celah-celah kamar. Cahaya redup dari semua pelita menjadi terang karena Rien menyalakan lebih dari pelita yang tersedia. Pintu kamarnya terbuka tanpa ada permohonan izin untuk masuk membuat Rien tersentak. Konsentrasinya hilang. Segera menyembunyikan kertas bertuliskan syair yang baru saja dia tulis. "Pangeran?" Rien tidak bisa berkata apapun selain memanggilnya. Zaro tersenyum redup sama seperti pertama kali laki-laki itu tersenyum padanya. d**a Rien kembali bergemuruh. Jubah hitam Zaro masih melekat sempurna. Andai saja Rien bisa melihat Zaro memakai topeng yang perlahan mendekatinya, pasti akan sempurna jika dia mengidamkan lelaki yang sama. Penolong misterius yang mendadak jadi guru misterius. Dari duduk di samping Rien tanpa Rien harus berkedip atau memalingk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN