daviice sedang berada di teras melihat muzca yang berlari melompat mengejar kupu-kupu di antara tanaman tomat .
" apakah ular kemarin sama dengan ular yang aku lihat saat di perjalanan, dan saat itu ular itu terbang membawa sesuatu,apa mungkin yang di bawa di punggungnya adalah peri"
daviice bergumam dalam lamunanya tidak menyadari keberadaan kakeknya yang tiba-tiba duduk di sebelahnya.
"apa yang ada di pikiranmu daviice "
"hah,,,kakek,, aku Mmm,,,hanya sedang,,,teringat ular yang berteriak di kebun mm "
"oh ular yang bisa berbicara"
"aku pikir sudah pernah melihatnya sebelum itu"
"benarkah kamu pernah melihatnya sebelum itu? "
"saat aku sedang berada di perjalanan kemari aku melihat ular itu terbang membawa penumpang di punggungnya"
"hmmmm,, sekelompok perikah?
" benarkah ada peri yang tinggal di pegunungan ini kakek? "
"benar mereka itu nyata,mungkin suatu hari kamu dapat bertemu mereka daviice"
" bagaimana cara menemukan mereka ? "
"saat kamu menemukan hewan-hewan yang bertingkah aneh mungkin mereka berada di sekitarmu saat itu"
"mungkinkah ular yang kemarin juga adalah salah satu tanda keberadaan mereka kakek? "
" kemungkinanya begitu, kamu telah bertemu ular itu dua kali, pertemuan yang berulang adalah sebuah takdir daviice hmm".
sementara itu jauh di dalam hutan di lembah padang bunga sebuah batu yang memancarkan sihir yang tersibak di rerumputan cahaya hijau itu dapat di tembus begitu saja .
yebba masuk dengan mendorong sekeranjang cerry di ujung mulutnya tupai dan peri lain menurunkan beberapa keranjang dari punggung yebba.
"ahhh akhirnya pekerjaanku hari ini selesai , fairishh apakah kau akan ikut ke toko yiruma dia berjanji memberikan pai gratis hari inii dengan cerry ini eemmmm hahaha ayolah irishhh" dengan mendorong dorong tubuh kecil fairish yebba melendotkan wajahnya.
" emm yebba hentikan,,, aku tak punya waktu untuk pai saat ini,, aku harus membuat beberapa campuran ramuan untuk mengecilkan tubuh Hewan-hewan besar sepertimu yang memasuki bellisimo yebba"
"ah fairish seperti biasa sibuk dengan pekerjaanmu" yebba mengecil seperti cacing beberapa detik setelah terkena sihir yang otomatis keluar dari gerbang batu itu.
"apakah manusia tadi benar-benar tidak melihatku yebba, beberapa dari mereka akan terus memburu keberadaan kaum kita "
" haaaaaa aku tebak dia tidak melihatmu karena kau berwarna purple seperti bunga yang kau petik "
"namun dia sangat terkejut dengan teriakanmu yebba,, " fairish memelotot ke arah yebba yang memundurkan diri.
"AHhh AKU TIDAK BERSALAH ATAS TERIAKAN ITU ,,,ra,,ra,ratu feena sendiri yang membuatku dapat berbicara dan dan,,berteriak sekaligus iirisshhhh hihihi,,," yebba berteriak lalu menciut lagi setelah mendapat serangan tatapan irish.
" waw waw waw,, sambil bertepuk tangan lelina menghampiri mereka, " apakah kau membuat masalah lagi irish oww aku tak percaya peri tak kompeten sepertimu di beri tugas oleh ratu feena, aku tak akan berdiri lama di sini mungkin kecerobohan kalian akan menular hahahahahha,,, "lenina terbang sambil mengejek fairish
"belum sempat fairish membalas ucapan lelina yang membuat wajahnya sangat merah, lalu fairish memilih terbang membawa beberapa daun dan bunga di tas punggung nya dan bunga yang bertumpuk di depanya sehingga menutupi pandanganya.
" bukkk,,,, brakkkkk,,,,"fairish menubruk gavin yang sedang berbincang.
"ak awwww,,, oh hello gavin maafkan aku aku tak melihat kalian hihi,,, " wajahnya memerah malu.
"oh fairish,, tidak masalah biar aku bantu membawa bunga-bunga ini"
"baiklah, terimakasih gavin"
"jadi apakah kau baru saja kembali dari kebun manusia lagi irish"
"e,, ah ya hihi, tolong jangan beri tau ratu feena miky aku sangat membutuhkan ini, dan kebun itu searah dengan tujuan kami kali ini hehehe"
"baiklah aku akan merahasiakan ini dari ibuku asalkan kau mau memberitahu apa yang akan kau lakukan dengan ini semua"
"tidak ada gavin "
"oh ayolah fairish aku hanya ingin tau" sampainya di rumah fairish,gavin meletakan bunga dan daun itu di ruangan penyimpanan
fairish.
"ratu memberikan perintah untuk membuat ramuan pengecil hewan buas yang menerobos ballisimo, dan tanaman itu juga di butuhkan untuk keristal amora " fairish mengehela nafas tak percaya dia akan mengatakan semuanya pada gavin.
"ah jadi sekarang kau mengerjakan misi tingkat tinggi woww fairish aku bangga padamu, kau dapat melampaui lelina penyihir jahat itu
" pergilah gavin aku akan beristirahat sekarang" fairish mendorong kasar gavin keluar dan langsung menutup pintu.
daviice berada di kamarnya dengan seribu pertanyaan dan rencana di kepalanya.
daviice yang memikirkan Kata-kata kakenya tentang keberadaan peri di hutan.
daviice berencana akan kembali ke kebun buah kakeknya dengan harapan bertemu ular itu kembali , daviice mengatur alamarm di ponselnya lalu memejamkan matanya dengan paksa.
alarm daviice yang berisik membangunkanya .
"jangan lupa semangkanya hari ini apakah karena sudah tua kamu jadi pelupa" suara nenek yang bercakap dengan kakeknya di bawah menyadarkan daviice dia akan segera tertinggal oleh kakeknya.
"kakekkkkkk,,,,, tu,, tunggu aku ingin ikut bersamu hari ini"daviice berteriak dari jendela kamarnya membuat kakek dan neneknya terkejut.
setelah daviice bersiap² dia langsung naik di bagian belakang kakeknya muzca yang malas tetap mengikutinya dengan setia dan keranjang di kiri kanan.
" ini kotak makan siangmu daviice, aku senang sekali kamu bersemangat di liburan musim panasmu kali ini daviice"
"ah iya be,, begitulah nenek, terimakasih untuk makan siangnya"
"hati-hati, ingatkan kakekmu untuk memetik semangka kali ini daviice" nenek daviice berteriak karena motor yang di kendarai daviice dan kakeknya sudah melaju jauh
"baiklah nenek" daviice membalas dengan teriakan juga.
di keadaan jalanan yang berlubang dengan kakeknya yang menantang jalanan .
daviice sudah tidak ingin melalui jalanan ini lagi namun rasa penasaranya membawanya kembali.
daviice sudah mengamankan muzca di dalam jaketnya sesuai dengan pengalaman pertamanya kucing itu lebih tenang berada di perutnya.
pikiran daviice sudah ada di kebun buah itu sebelum tubuhnya sendiri berada di sana
"aku akan mengikuti kemanapun arah ular itu pergi kali ini pasti aku akan menemukan mereka para peri" daviice berkata di dalam hatinya.
"jglagggggkkk ,,, " kakek daviice memarkirkan motornya.
"wahhhh udara pagi adalah yang terbaik"kakek daviice menggumam
" mmmm apakah kamu akan menjelajah lagi hari ini daviice? "
"ummm ahh iya seperti nya aku akan kembali saat sore "
"baiklah tidak apa-apa kakek akan ada di sebelah sana jika kamu membutuhkan"
"mm aku akan membawa kotak makan siangku "
"semoga harimu menyenangkan daviice"
"ummm " daviice menoleh sebentar lalu melanjutkan langkahnya menuju kebun buah.
mengendap-endap daviice mengambil langkahnya menuju semak-semak yang paling rimbun.
"aku akan memerhatikan apapun yang datang dari sini" 1 jam sudah berlalu tapi daviice tidak melihat apapun hanya ada beberapa burung yang hinggap memakan buah di sana.
ular yang di carinya tak kunjung terlihat.
musca yang sedari tadi mengejar kumbang sudah kembali dan tidur di pangkuan daviice, karena cuaca di balik semak yang tidak panas dan hembusan angin yang membuat daviice ikut tertidur.
"ddrrtttt drrttttt, dek,, dek,,.. "
"mmmmmm" daviice melihat dengan sebelah matanya" bekal makananya yang di Tarik-tarik oleh seekor tupai dari tasnya membuat gesekan dari botol minum lalu menimbulkan suara yang mengganggu tidurnya.
"haaa,,,, huaaaaa AAAA,,,, " seketika dia berteriak membuat tupai itu kaget menjadi panik menggigit kotak makan siang daviice lalu melompat dan berlari.
daviice yang refleks menyambar muzca yang sedang tidur menguap, berlari mengejar tupai.
tupai itu terlihat beberapa kali menjatuhkan kotak makan siang daviice dari atas pohon karena kotak makan siang daviice lebih berat dari tupai itu, sehingga daviice masih dapat mengikutinya.
"uhh haaaa huuhaaaa huhaaa,,,,euhhhh kemana dia akan membawa kotak makan siangkuuuu,, " dengan tersengal² daviice berlalu mengejar tupai itu cukup jauh daviice berlari di tempat yang menanjak
"ciiiitttt ciiitt ciiitttt,,,, " tupai itu berhenti di atas semak blueberry liar dengan bekal yang masih di gigit dan di gemgamnya.
daviice bersembunyi berusaha setenang mungkin untuk menerkam tupai itu.
"aku akan menangkapmu pencuri kecil" dia berbisik kepada diri sendiri dengan jengkel.
tidak jauh dari daviice berada di dalam batu fairish dengan senang sedang terbang menuju pintu batu.
"aku tidak menyangka ratu feena telah mengiizinkan untuk mencoba ramuan ini gavin"
"aku ikut senang fairish hewan apa yang akan kau jadikan percobaan? "
"Mmm aku telah memikirkannya mungkin seekor beruang madu"
"aku akan menemanimu kalau begitu kebetulan sekali aku sedang senggang saat ini"
mereka berdua berbincang mendekati pintu
di atas lembah bunga di semak-semak tempat daviice dan tupai pencuri berada,
tanpa aba-aba muzca meloncat dari kerah baju daviice menerkam tupai itu dengan mengeow "
"uhhhhhhhh " daviice kaget lalu dia ikut melompat berusaha menangkap muzca dan tupai itu memicingkan matanya mengerti sedang di buru dia melompat menerobos keluar dari semak-semak turun di sebuah batu di antara bunga-bunga yang memancarkan cahaya hijau.
"haaaaa aaaa,,,,, huwaaaaaaa aaaa,,,, daviice tidak tau bahwa di balik semak-semak itu adalah sebuah lembah yang menurun, sejenak dia terpana oleh pemandangan di depan matanya.
" sSsSrrrrrRrkkkk brrrrissshhhhhhh,,daviice tersungkur terseret , terjerembak di antara bunga-bunga dan terlihat batu besar di depanya dia pikir akan menghantam batu itu dia memejamkan matanya,, "aaaaaOOOOOaaaa,,,,, " BREKKKKKK,,, "
daviice pikir dia sudah pingsan namun "bruukkkk muzca mendarat di atas perutnya uaaaaahhh"
pelan daviice membuka matanya dengan terpana,, pohon besar dengan nuansa hijau daviice memerhatikan pemandangan di atas kepalanya beberapa hewan aneh dan siput yang memelototinya ada manusia bersayap dengan wajah marah berpakaian bunga berada di atas wajahnya ,,
"haaaaa wAAAAAAA,,,,,, " teriakan daviice membuat peri dan hewan-hewan lainya ikut berteriak siput berwarna ping itu merubah-ubah warna yang ada di dalam dirinya yang transparan keluar dari cangkangnya dan tidak sengaja meminjak wajah daviice . daviice dengan sangat terkejut karena siput itu mengeluarkan lendir di wajahnya "aaaaaaaaaa minggirrrrrrr" teriak daviice
daviiicee berusaha bangun dan dengan sigap fairish menyemprotkan cairan yang dia bawa ke wajah daviice ,secara mengejutkan badan daviice tertarik kearah kepala, daviice melihat kakinya yang sebelumnya berada di luar gelenyar yang memisahkan antara tubuh atas dan bagian bawah pinggangnya kini berubah menjadi kecil dan terjatuh kembali di ruang dalam gelenyar yang menjadi pemisah dunianya.