ballisimo

1432 Kata
"WUUUUEEEEEOOONGGGGG,,,,, ,, "muzca ikut tersedot kedalam gelenyar itu dan mendarat di kepala fairish , " ooooowwww" serempak para hewan dan peri lain terkejut. fairish berusaha melepaskan muzca , dan tak sengaja menendang kepala daviice. "DUNGG,, ng ng ng,, " daviice yang sudah berukuran normal seperti para peri tentu saja pingsan dengan tendangan dari fairish yang tidak sengaja. "dia seorang manusia " "apakah dia manusia" "dia menerobos masuk" "apakah dia anak manusia" "apakah dia menemukan kita" semua yang mengerumungi daviice saling berbisik " "huaa,, dia,,dia adalah manusia di kebun petani yang bertemu yebba" "bagaimana bisa dia menemukan ballisimo? " "apa mungkin semua ini terjadi karena aku yang ceroboh memaksa untuk pergi ke kebun petani saat itu" fairish bertanya-tanya dalam hatinya, sementara itu ratu feena yang mengetahui kejadian itu mendekat ke arah fairish dan daviice yang sedang tak sadar. " cepat pindahkan anak manusia ini ke luar ballisimo , ayo cepat sebelum dia tersadar " gavin menaburkan pixie dust yang membuat davice dan musca dapat melayang, fairish dan gavin membawa tubuh davice di tepi aliran air di ikuti yebba. " kita harus menunggu manusia ini sadar dan kembali ke ukuran mereka" " dan untung saja kucing gendut ini tertidur jika tidak akan sangat menyusahkan kita" " tetapi kucing ini dapat melepaskan pengaruh dari ramuan pengecil darimu lebih cepat dari pada manusia itu fairish " sambil berjalan menjauh mereka bersembunyi di rerumputan yang dapat menyembunyikan mereka. 30 menit berlalu mereka masih menunggu davice berubah atau setidaknya tersadar namun keduanya masih terlelap, namun fairish menatap dengan masih mencemaskan ramuan yang di buatnya mungkin masih belum sepenuhnya berhasil karena efeknya hanya bertahan 1 jam saja . "euhhh silau sekali aaww kepalaku sakit ahhh" davice bergerak mencoba bersandar namun davice merasa sandaranya sangat empuk diapun meraba mencoba mendongak davice memgenali sosok berbulu itu ternyata adalah muzca yang tengah mendengkur dan dia berada tepat di leher muzca dengan terheran karena dia lebih kecil daripada hewan peliharaanya sendiri, davice berusaha membangunkan muzca mengelus hidungnya dan berteriak di telinga muzca. yebba yang melihat bersama irish dan gavin di baling semak tertawa terpingkal-pingkal "dasar kucing gendut itu saat tidurpun dia merepotkan majikanya " yebba berkata dengan di selingi tawa. "fairish tidak berani tertawa dia sangat kwatir dengan keadaan davice yang belum kembali ke ukuran tubuh aslinya. " eunggggggg eeooongggg " muzca mengeliat dari tidurnya davice terjatuh karena gerakan muzca yang terbangun. "meeoonggggggg " muzca melihat ke arah davice yang ukurannya lebih kecil dan menjilatinya. davice tertawa dan memeluk kepala muzca sambil mengelus nya. lama davice hanya duduk di atas batu memandang ke arah aliran air, davice membuka tasnya memeriksa barangnya menemukan coklat dan meneguk minuman kalengnya dia sedih melihat kaleng itu karena ikut mengecil bersamanya. "sampai kapan aku akan terus berukuran mini seperti ini bagaimana aku akan pulang nenek dan kakek pasti akan sangat menghawatirkan aku jika aku tidak kembali sore ini " davice melirik ke arah muzca yang bermain mengejar capung . di dalam semak fairish dan gavin masih memantau keadaan davice dari satu setengah yang lalu. "ba ba bagaimana inii dia sama sekali tidak berubah " "kita harus memeriksa ke adanya jika tidak dia tidak dapat kembali kepada keluarganya" mereka menuju ke arah davice yang merenung. "irish aku kwatir dengan ramuan yang mengenai nya dan efeknya yang belum sempurna dan kita belum menguji ramuan itu kepada binatang lain" gavin sedikit menghawatirkan keadaan itu walaupun dia hanya menghawatirkan bahwa kemungkinan irish akan terkena masalah lagi. "aku juga berpikir begitu" dengan takut fairish terbang mendekati davice. "aaaaaaa kalian akan pergi kemana " yebba terbangun dari lingkaran tubuhnya yang nyaman mengikuti fairish dan gavin. "mmmmm heiii manusiaaa" sapa irish dengan berhati-hati . "aaaaaaaaa kauu kauuu" davice sangat kaget dengan fairish yang datang dan yang membuatnya tercengang adalah mereka dapat berbicara dengan bahasa yang sama seperti davice. "aku fairish maafkan aku, aku menendang kepalamu sebelumnya di ballisimo hihi apakah kepalamu baik-baik saja" namun dengan masih terkejut davice terpana oleh tampilan fairish benar-benar seperti seorang oeri yang ada di dalam bayangan nya sangat cantik seluruh nya seperti bunga keindahan bunga berwarna ping namun davice menutupi keterpanaanya dengan membalas perkataan davice. "ya kepalaku baik saja berkat termpurung kepalaku yang kuat" "ka ka kalian adalah peri " davice menghampiri irish dan melihat wajahnya menyibakan rambut fairish melihat telinganya "ya kau memiliki bentuk telinga yang runcing" lalu memeriksa sayap fairish "wawwwww ini adalah sayap wawwww ternyata sayap kalian sangat tipis dan apakah ini tersambung dengan tubuh kalian? apakah sayap adalah bagian tubuh dari peri? " "oooh ya begitulah kami memiliki telinga dan sayap hihi" "mmmmm ohhhhhhh" davice sangat terkejut saat kepala yebba berada di sampingnya. "aaaa aa apakah ular ini bagian dari kalian" "tentu saja aku adalah bagian dari mereka berdua aku yebba " yebba tersenyum menampakan 2 taring nya yang mengerikan menurut davice dan davice hampir terjatuh karena mencondongkan badanya terlalu banyak ke kebelakang. "ohhhh haiii aku gavin, kau hampir jatuh" gavin menangkap tubuh davice dengan sigap. "davice terpesona karena gavin sangatlah tampan di matanya dengan otot dan dadanya yang hanya tertutup sedikit oleh baju yang bermotip daun rambut pirang nya yang panjang ke leher di potong asal sangat berbeda dari ketampanan pria pada umumnya. " tete terimakasih " "aku davice " sambil kembali berdiri dan membenahi bajunya. lalu dengan wajah murung davice menatap kebawah "mmm maafkan aku menerobos rumah kalian aku tidak bermaksud jahat " "kami sudah mengetahui alasan kau bisa masuk ke dalam ballisimo itu karena kau di kerjai oleh seekor tupai " gavin memaparkan bahwa mereka memaklumi perbuatan davice. "Aaaaa terimakasih, namun dapatkah kalian membantu aku kembali dalam ukuran manusia lagi". " maafkan aku "fairish menunduk " ramuan yang digunakan kepadamu itu masih dalam uji coba dan sepertinya tidak bekerja maksimal. " "aaaaaaa "davice terkejut dan terduduk di tanah. " ta ta tapi aa aa aku akan mencoba membuat ramuan baru untukmu jadi tenanglah" "aku mohon tolong akuuu" davice memohon dengan masih memandang ke tanah menyembunyikan mata merahnya. "baiklah mm sekarang kita membutuhkan beberapa tumbuhan" "apa yang kau butuhkan aku akan menemukanya" davice berteriak bersemangat "aaa ituuu persik emas jugaaaa"belum selesai fairish berkata. " persik emasssss apakah itu lelucon " "tidak itu benar-benar ada di dalam hutan di ballisimo bukan di duniamu ini kawan" "Aaaaa baiklah" "kemudian ceri dari petani di lereng gunung itu kemudian ituuu" di potong lagi pembicaraan nya yang belum selesai "ceriii apakah itu ceri dari kebun kakek yang ular ini curi " "haaaa kau bilang aku pencuri aku tidak mencuri fairish yang mencurinya" "titidak aku tidak mencuri untuk diriku sendiri aku mencurinya untuk yiruma dan yebba memakanya" "sudahlah ceri itu kami hanya mengambilnya sedikit sedangkan di sana tumbuh sangat lebat itu tidak merugikan petani itu" gavin membela fairish dan menghentikan keributan dengan yebba. "bagaimanapun kalian tetap pencuri" "aku bukan pencuriiiiiiiiii" fairish memukul kepala davicee hingga mengeluarkan bintang bintang yang berkeliling di jidatnya. "aaaaaaaa " yebba dan gavin terperanjat melihatnya hingga memelotot merasa ngeri dengan fairish" "ii iirishh kau membuatnya pingsan lagiii " yebba berkata sambil meneteskan peluk di dahinya. "aaaaaa maaa ma maafkan akuu " fairish memeriksa denyut nadinya bulak balik meniup-niup wajah davice dan akhirnya menyiramkan air di wajahnya. gavin yang melihat hanya pasrah. "davice membuka matanya aku baik saja selama tempurung kepala ku tidak pecah" "jadi apa lagi yang kau butuhkan untuk membuatku kembali" davice berkata sambil mengusap kepalanya . "yang ketiga adalah madu dari lebah dorsata " "mencari madu pada saat seperti ini apakah kita akan menemukanya" "kita tidak dapat mengumpulkan semua dengan segera karena lebah madu dorsata adalah lebah liat yang tidak mudah di temukan" "jadi aku tidak dapat pulang sore ini kakek dan nenek pasti akan menungguku dengan gelisah" keluh davice semuanya terdiam dan kasihan dengan davice. "aaaa" Tiba-tiba gavin menjentikkan jarinya. "kita bisa membuat davice membesar selama sehari dengan makanan dari yiruma yang pernah membuat pelangganya membesar beberapa waktu lalu mungkin yiruma masih menyisakanya." "waahhhhhhh kau benar sekali gavin kamu sangat pintar " fairish memeluk gavin dan membuat wajah gavin memerah karena irish. "benarkah aku bisa kembali sore ini " davice terharu dia menemukan solusinya. "ya benar kita harus kembali ke ballisimo " fairish dan gavin di ikuti yebba terbang ke arah ballisimo dan melupakan davice. " "heiiiii heiiiii kalian melupakanku" "ahhhhh benar kamu tidak bisa terbang" meonggggg meongg" muzca menghampiri davice. "hahahhaha yebba terbahak melihat wajah kasihan davice yang tertinggal. " "benar davice kamu dapat menggunakan pixie dust " fairish terbang menaburkan pixie dust mengelilingi davice dan muzca dan mereka berdua melayang. "uwahhhhhh aaSsaaaa uwahh ini keren kita melayang hahahhaha" davice berseru kagum kerena tubuhnya melayang terbalik balik sama dengan musca"meong meong " lalu kelimanya menuju ballisimo kembali dengan gavin yang mengendarai muzca bersama davice karena mereka tidak bisa mengendalikan tubuh melayang mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN