Manas manasi Sabrina

1591 Kata

"Kalau iya kenapa? lihat saja sebentar lagi dia akan kembali kepadaku!" ucapnya dengan percaya diri. Bibirku bergetar mendengar itu, ingin memaki dan mencaci wanita itu habis-habisan, kalau perlu menyeret tubuhnya ke jalanan. "Oh begitu ya, silakan kalau berani!" Telpon kumatikan. Awas kau Sabrina, kamu coba menyulut api denganku, maka kamu pula yang pasti akan terbakar. "Mas kamu masih cinta aku 'kan?" tanyaku berbisik. Malam telah larut dan mungkin ia juga kelelahan karena menggendong Maryam sejak tadi. "Ya iya, emang kenapa?" "Kalau sama Sabrina gimana?" Mas Lutfi menghela napas. "Dia cuma mantan." "Yakin?" Aku melingkarkan tangan ke perutnya. "Tentu, Mas udah punya kamu dan Maryam, ga kepikiran nyari yang baru apalagi ke masa lalu." Ia mengangkat sudut bibirnya. "Tadi Sabrin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN