"Mas ... Mas Garland ...." Sampai di lantai dua, Natasha segera memanggil nama Garlanda lagi. Karena jujur, suit baginya menemukan kamar yang dimaksud oleh Garlanda, meski tadi sudah sempat dijelaskan. Rumah ini begitu besar, megah, dan mewah. Tapi menurut Natasha, entah mengapa auranya sangat suram, singup. Seandainya rumah ini dijadikan setting lokasi film horor, pasti akan sangat cocok. Mungkin itu juga yang membuat Natasha selama ini jarang main ke rumah ini, meski sebenarnya sudah lama berhubungan dengan Garlanda. "Aku di sini, Nat." Terdengar sebuah suara. Jelas itu adalah suara Garlanda. Masalahnya, di sini yang ia maksud itu di mana? Natasha coba menajamkan telinganya. Berharap ia bisa mengikuti arah suara itu. Sehingga ia bisa memutuskan harus membuka pintu kamar yang mana. N

