Sepanjang perjalanan kembali ke rumah Garlanda, di saat itu lah, pikiran Cameron berkecamuk. Ia terus memikirkan kata-kata ibu tadi. Siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa ia mengatakan hal yang tidak-tidak mengenai Garlanda? Baru sekali ini ia bertemu dengan wanita itu, tapi ia berani sekali mengatakan hal itu secara gamblang, tanpa keraguan sama sekali. Sebenarnya ceritanya cukup meyakinkan. Tapi tentu saja Cameron tidak bisa percaya begitu saja. Mana bisa? Sementara sosok Garlanda yang ia kenal tidak lah seperti itu. Garlanda yang ia kenal, adalah sosok manusia paling baik di muka bumi. Sama sekali bukan seperti yang ibu itu ceritakan. Garlanda ditinggal pergi secara sengaja oleh orang tuanya? Garlanda sudah pernah punya istri, bahkan sudah punya anak karena berakhir terlihat, istrinya

