1. Hari yang mengagetkan
Dwi duduk menyadar ditempat kerja, ia memutar-mutar pena sambil melamun dan sesekali mengumpat.
"Apa masalahnya kalau belum menikah? Apa tolak ukur kebahagiaan hanya dibatas itu. Aku tak mau lagi datang di acara reuni ataupun pernikahan. Mereka sungguh kejam."
Semalaman Dwi tak bisa tidur setelah hadir di reuni sekolah SMA. Banyak sekali yang menanyainya apakah sudah menikah? Atau sudah punya anak!? Dwi merasa kesal dan terus kepikiran. Belum ingin menikah adalah jalan hidupnya.
Sejak ia dihianati kekasihnya yang ternyata diam-diam berselingkuh dan putus untuk menikah wanita selingkuhan nya itu. Dwi menjadi malas berhubungan serius dengan laki-laki.
"Ayoooo ada rapat. " Teman sebelah kerja Dwi mengagetkannya. Silvy. Dia yang selalu setia mendengar keluhannya setiap hari.
"Oke." Jawab Dwi bergegas menyiapkan apa yang perlu disiapkan dirapat.
Hari ini Dwi mempresentasikan hasil desain kemasan produk makanan.
Dwi sangat menyukai pekerjaannya itu. Sudah 2 tahun dia berkerja. Dia sangat menyukai lingkungan kerjaanya kecuali berurusan dengan bosnya. Ia tak suka dengan bosnya yang dia pikir, bos nya itu sok kecakepan.
Dwi mempresentasikan tiap slide desain makanan dengan penuh semangat. Dan hampir semua peserta rapat menyukai desain Dwi dan bertepuk tangan.
"Apa makna lambang hati yang dipegang boneka beruang di kemasan itu. " Tanya Pak Bimo menunjuk dengan laser kearah layar slide.
"Apa? " Dwi bingung.
"Apakah makna cokelat dengan kemasan satu ekor beruang dan gambar hati yang dipegang itu. " Tanya pak Bimo.
Dwi tersenyum terpaksa otaknya berpikir keras untuk menjawab pertanyaan bosnya itu.
"Artinya... . ?
Artinya.. . setiap orang bisa menikmati cokelat ini. Tidak hanya terbatas orang yeng mempunyai kekasih atau pasangan. Tapi semuanya. Karena setiap orang memiliki orang yang mereka sayangi. Setiap orang ingin diberi kasih sayang. Setiap orang berhak menikmati cokelat ini. Agar mendapatkan kebahagiaan dan ketenangan. "
Dwi mengakhiri jawaban dengan tersenyum gugup. Entah dari mana ia mendapat ide tersebut.
Semua peserta rapat serentak bertepuk tangan termasuk pak Bimo.
"Gagasan kamu cukup bagus. " Kata pak Bimo.
"Ada satu hal lagi yang ingin tanyakan pada kamu. " Lanjut pak Bimo serius.
Semua orang melihat kearah pak Bimo.
"Apa kau mau menikah dengan ku?" Tanya pak Bimo serius santai bertanya pada Dwi.
Seluruh orang terdiam dan kaget mendengarnya. Dwi terlebih kaget dan tak menyangka bos nya akan berkata seperti itu.
"Apa?? Apa anda bercanda.! ? ahaha "
Dwi pura-pura tertawa.
"Aku serius. Aku tunggu jawaban mu.
Kita akhiri rapat hari ini. Terimakasih. "
Pak Bimo meninggalkan ruang rapat disusul karyawan lagi yang masih senyum-senyum karena kejadian tadi.
Dwi masih berdiri dan terdiam didepan slide presentasi nya.
"Apa maksudnya.. . "