Bab 33. Halo, Wife!

1230 Kata

Garis lurus dari elektrokardiogram serta lepasnya genggaman tangan Higon menandakan kalau dirinya telah pergi, gugur dalam perjuangannya melawan diri sendiri. Ia sudah ingkar pada janji yang sudah ia ucapkan di pernikahannya dulu dengan Ara. Memutuskan segala ikatan yang sudah ia eratkan dengan istri, anak, dan terlebih keluarganya. Raganya sudah memutuskan untuk menyerah berjuang. Untuk selamanya. "Daddy!" "Higon!" Seruan itu berpadu jadi satu di ruangan ini. Raungan demi raungan sudah tak bisa ditahan. Tidak akan ada yang peduli karena orang yang terkasih sudah meninggalkan mereka untuk selamanya dan sendirian mengarungi alam dunia yang baru. "Kamu bohong!. Mana mungkin aku bahagia kalau kamu sendiri meninggalkanku seperti ini!" Raung Ara, sambil menggerak-gerakkan tubuh Higon yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN